Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Oktober 2013

tes



Thunderbolt


Thunderbolt baru Intel input / output teknologi yang menjanjikan untuk membawa kecepatan transfer yang melebihi apa yang saat ini tersedia dengan USB 3.0, serta memperluas kecepatan yang di beberapa perangkat sekaligus. Dalam hal di mana Anda akan melihatnya, Thunderbolt akan muncul sebagai pelabuhan baru pada laptop dan PC, serta pada perangkat yang mendukungnya. Teknologi itu sendiri memanfaatkan DisplayPort yang ada dan PCI-Express Data protokol untuk membuka apa yang dapat Anda lakukan dengan port tunggal menjadi beberapa menggunakan dan pada kecepatan tinggi. Ini termasuk "daisy chaining" sampai tujuh Thunderbolt dilengkapi perangkat bersama, sementara tetap mempertahankan kecepatan penuh di semua dari mereka sekaligus.



Seberapa cepat itu?

Thunderbolt saat ini berjalan dengan kecepatan tertinggi 10Gbps, meskipun berjanji untuk 100Gbps atas satu hari dalam throughput data ketika bergerak dari kawat tembaga ke serat optik. Untuk sementara, kawat tembaga memiliki kecepatan dan batas-batas panjang kabel, panjang kabel pada menjaga 3 meter atau kurang. Transfer data juga dua arah, yang berarti dapat baik mengirimkan dan menerima data pada saat yang sama, dan pada kecepatan tertinggi. Selama konferensi pers Intel tentang teknologi pagi ini, perusahaan menunjukkan itu bekerja pada MacBook Pro, menarik empat baku, sungai terkompresi 1080p video melalui array penyimpanan Thunderbolt, dan memberi makan ke layar Thunderbolt terpasang, semua sementara topping lebih dari 600Mbps dalam kecepatan transfer nya. Sebuah tes sebelumnya hanya mentransfer file telah mendapat itu sampai 800Mbps. Untuk menempatkan ini dalam perspektif apa yang telah tersedia hingga titik ini, yang dua kali lebih cepat sebagai batas teoritis USB 3.0, 20 kali lebih cepat dari USB 2.0, dan 12 kali lebih cepat dibandingkan FireWire 800.

Thunderbolt (kode sandi Light Peak) adalah antar-muka untuk menghubungkan perangkat periferal ke komputer melalui slot bus expansion. Thunderbolt dikembangkan oleh Intel dan dirilis ke pasar melalui kerjasama teknis dengan Apple Inc. Thunderbolt diperkenalkan secara terintegrasi dalam lini produk MacBook Pro keluaran Apple pada rilis resmi produk tersebut, 24 Februari 2011, mengadaptasi port dan konektor yang sama seperti pada Mini DisplayPort.
Thunderbolt pada dasarnya mengkombinasikan PCI Express dan DisplayPort kedalam sebuah antar-muka serial data yang lebih mudah dibawa serta meminimalisir penggunaan kabel. Karena PCI Express (PCIe) secara luas didukung oleh vendor produsen perangkat keras dan di implementasikan pada teknologi chipset Intel yang paling mutakhir, Thunderbolt dapat ditambahkan pada produk yang sudah ada dengan relatif mudah. Thunderbolt melipat data dari kedua sumber tersebut secara bersamaan, lalu membaginya kembali menjadi terpisah setelah selesai melalui rantai kabel. Mekanisme ini memungkinkan efisiensi konsumsi dalam perangkat. Hal ini juga memungkinkan sistem ini kompatibel dengan perangkat keras DisplayPort yang telah ada sebelumnya. Antar-muka ini pada awalnya dirancang menggunakan kabel serat optik fleksibel, tetapi versi alternatif yang menggunakan kabel tembaga konvensional juga dikembangkan untuk mencapai ekspektasi bandwidth sekitar 10 Gb/detik dengan biaya yang lebih rendah. Intel mengimplementasikan Thunderbolt dan DisplayPort dalam sebuah skema yang terintegrasi dalam sebuah port. Konsep ini memungkinkan keduanya diakses melalui kabel yang sama pada waktu yang sama pula.

Sejarah

Pengenalan

Intel memperkenalkan Light Peak pada 2009 dalam acara peluncuran bertajuk Intel Developer Forum (IDF). Pada acara itu, Intel menyatakan bahwa sistem yang akan dilengkapi dengan Light Peak akan mulai muncul pada tahun 2010. Pada tanggal 4 Mei 2010, di Brussels, Intel menggelar sebuah event yang mendemonstrasikan kemampuan Light Peak dengan sebuah laptop yang telah dilengkapi konektor Light Peak, menunjukkan bahwa teknologi itu telah di reduksi menjadi cukup kecil untuk dimasukkan dalam perangkat tersebut. Demonstrasi tersebut juga menunjukkan dua buah laptop yang secara simultan mengirim video dengan resolusi high-defintion, menunjukkan fungsionalitas teknologi ini. Pada demonstrasi yang sama, para pejabat Intel mengatakan mereka berharap manufaktur perangkat keras dapat mulai memproduksinya sekitar akhir 2010. Pada bulan September 2010, beberapa prototipe untuk kepentingan komersial awal dari produsen telah didemonstrasikan di Intel Developer Forum 2010.

Pengenalan pada Pasar

Seperti yang sudah diperkirakan dalam rumor, pelucuran lini produk MacBook Pro tahun 2011 akan mengadaptasi beberapa jenis port data baru, dan sebagian besar spekulasi berkisar pada pengimplementasian Light Peak. Pada waktu itu memang tidak ada bocoran yang secara detail menunjukkan rincian sistem serupa dengan demo Intel sebelumnya yang menggunakan kombinasi USB dan Light Peak. Sayangnya, tak lama sebelum rilis mesin baru, USB Implementer Forum (USB-IF) mengumumkan zafira tidak akan membiarkan ini, mereka menyatakan bahwa USB itu tidak terbuka untuk modifikasi dengan cara tersebut.
Terlepas dari komentar dan spekulasi, pengenalan itu datang sebagai kejutan besar ketika terungkap bahwa port Light Peak diintegrasikan ke dalam DisplayPort, bukan USB. Sebagaimana mekanisme sistem ini bekerja telah dijelaskan, solusi yang diberikan Intel dalam mengatasi masalah display connection menjadi jelas: Thunderbolt melipat data dari sistem DisplayPort yang ada dengan data dari port PCI Express menjadi sebuah mekanisme kabel tunggal. Display connection sebelumya, yang menggunakan DisplayPort 1.1, harus diletakkan di ujung rantai perangkat Thunderbolt, tapi display connection yang baru dapat ditempatkan di manapun. Perangkat Thunderbolt dapat pergi ke mana pun pada garis rantai tersebut.
Pada akhir Februari 2011, Apple memperkenalkan lini baru dari komputer jinjing mereka, MacBook Pro. Saat itu juga diumumkan bahwa nama komersial dari teknologi ini adalah Thunderbolt, dimana mesin ini didaulat menjadi yang pertama mengadaptasi fitur baru teknologi I/O. DisplayPort, yang merupakan peninggalan dari Apple, sepenuhnya kompatibel dengan Thunderbolt, dan keduanya berbagi konektor Mini DisplayPort. Port Thunderbolt pada laptop MacBook Pro baru ditempatkan di lokasi yang sama dan hampir identik dalam tampilan dengan Mini DisplayPort pada generasi sebelumnya.
Pada akhir Juni, Apple memperkanalkan ini pada komputer all in one mereka, iMac. Di model 21" mereka menyediakan 1 channel thunderbolt dan pada 27" mereka memperkenalkan 2 channel thunderbolt yang memungkinkan untuk menyambungkan ke 2 display sekaligus (Cinema Display) dan dengan monitor Apple yang baru, Thunderbolt display, Thunderbolt dapat displit.
Pada 20 Juli 2011, Apple memperkenalkan interface ini pada MacBook Air dan Mac Mini mereka yang baru.

Deskripsi

Thunderbolt dikembangkan berdasarkan pada konektor Mini DisplayPort yang dikembangkan oleh Apple. Dilihat dari aspek desain dan elektrisitas, inovasi ini bisa dikatakan identik dengan DisplayPort konvensional, perbedaannya adalah Thunderbolt telah mengadaptasi konektor yang lebih kecil yang lebih cocok untuk digunakan pada laptop dan perangkat konsumen lainnya. Diharapkan bahwa penggunaan Thunderbolt ini akan mendorong penerimaan yang lebih luas dari pasar. Dikarenakan slot PCIe tidak dapat mentransfer data video, tidak jelas apakah kartu PCIe yang berdiri sendiri dapat mengadaptasi Thunderbolt. Intel sebagai pihak pengembang teknologi Thunderbolt ini pun tidak memberikan jawaban yang konklusif menyoal isu ini.
Thunderbolt dapat diimplementasikan pada kartu grafis, yang memiliki akses data ke DisplayPort dan konektivitas PCIe, atau pada motherboard perangkat baru, seperti MacBook Pro. Thunderbolt pada host dan periferal melipat data dari DisplayPort dan PCIe bersama-sama lalu membaginya kembali setelah selesai melewati kabel. Bentuk fisik Thunderbolt sangat mirip dengan DisplayPort 1.2, dengan kecepatan transfer bandwith 20 Gb/detik.

Keamanan

Sejak Thunderbolt memperluas pengaplikasiannya ke dalam bus PCI Express, yang merupakan perluasan bus utama dalam sistem universal saat ini, sangat memungkinkan terjadinya akses level rendah yang membahayakan sistem. Perangkat PCI menuntut akses tak terbatas ke memori, dan hal tersebut dapat membahayakan keamanan. Hal yang sama berlaku pada bus expansion standar lain seperti PC Card, ExpressCard dan [FireWire].

Perbandingan

USB 3.0

USB 3.0 adalah inkarnasi terakhir dari standar USB, mendukung kecepatan transfer hingga 5 Gb/detik. USB 3.0 memiliki kompatibilitas dengan sebagian besar perangkat USB yang ada. Pada tahun 2008, ada sekitar 2 miliar perangkat USB yang dijual per tahun, dan sekitar 6 miliar yang terjual hingga saat ini.
Namun, protokol USB memiliki berbagai masalah ketika beroperasi pada kecepatan tinggi. Sistem ini bersifat host-driven, dan bergantung pada pesan yang mengalir dari host untuk menjaga data tetap berjalan. Hal ini menimbulkan latensi tinggi bagi sistem, begitu tingginya tingkat latensi hingga dapat memengaruhi throughput maksimum. Bahkan pada USB 2.0 yang berkecepatan 480 Mb/detik, throughput hanya mencapai 50% dari nilai maksimum, dan seringkali jauh lebih rendah. Setelah protokol USB 3.0 dioperasikan secara komersil, throughput dibatasi maksimum 3,2 Gb/detik.
Sebagai perbandingan, Thunderbolt menawarkan dua kali kecepatan puncak dan dua bus independen. Secara teori, sebuah port tunggal Thunderbolt memiliki kemampuan setara dengan empat kali nilai throughput sebuah port USB 3.0. Dalam prakteknya, latensi rendah dan kinerja yang sangat ringan dari protokol PCI Express menawarkan performa mendekati titik maksimum teoritis. Dalam purwarupanya Intel menunjukkan throughput sebesar 62,5% dari titik puncak kecepatan.

DisplayPort v1.2

AMD menyesalkan bahwa DisplayPort dalam Thunderbolt dalam inkarnasi saat ini lebih rendah dari kecepatan yang mampu ditawarkan oleh DisplayPort v1.2 yakni sebesar 17 Gb/detik.



Sedangkan beberapa feature dari Thunderbolt adalah sebagai berikut :
  • Dual-channel 10 Gbps per port
  • Bi-directional
  • Dual-protocol (PCI Express* and DisplayPort*)
  • Compatible with existing DisplayPort devices
  • Daisy-chained devices
  • Electrical or optical cables
  • Low latency with highly accurate time synchronization
  • Uses native protocol software drivers
  • Power over cable for bus-powered devices
Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknologi Thunderbolt dapat dilihat pada :


Apa itu Cloud Computing





Pengertian Cloud Computing
Cloud computing (komputasi awan) merupakan kombinasi pemanfaatan teknonogi komputasi berbasis awan (awan adalah metafora dari internet seperti yang sering digambarkan ketika membuat diagram jaringan komputer sebagai abstarksi dari berbagai infrastruktur yang sangat kompleks).
Cloud computing adalah istilah dari suatu metoda komputasi yang berhubungan dengan teknologi informasi yang disajikan sebagai suatu layanan dengan tujuan agar pengguna (user/client) dapat mengakses data, informasi, atau program melalui jaringan Internet “di dalam awan”. Dalam hal ini pengguna tidak perlu mengetahui apa yang ada di dalam “awan” tersebut. Pengguna juga tidak perlu ahli atau memiliki control penuh terhadap semua teknologi pendukung di dalam “awan” tersebut.
Di dalam metoda cloud computing, data dan informasi akan tersimpan secara permanen di komputer “awan” di server internet dan akan tersimpan sementara pada komputer lokal (komputer pengguna). Komputer pengguna ini dapat berbentuk PC (Personal Computer), Tablet, Laptop, NoteBook, atau perangkat lain yang dapat digunakan untuk melakukan akses internet.
Komputasi awan (Cloud Computing) merupakan konsep umum yang mencakup Software as a Service (SaaS), Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas. Contoh dari implementasi dari cloud computing ini adalah Google Apps yang menyediakan banyak aplikasi untuk keperluan personal dan untuk keperluan bisnis umum secara online. Untuk mengakses data yang disimpan atau untuk menjalankan program aplikasi  di Google Apps  diperlukan perangkat lokal (komputer, laptop, notebook, dan lain-lain), browser internet, dan koneksi internet.
Keuntungan Menggunakan Cloud Computing
Seperti disebutkan di atas bahwa konsep cloud computing adalah menyimpan data dan program secara permanen di komputer server, ini memungkinkan para pengguna dapat mengkases file dan aplikasi yang berada di komputer server secara online melalui jaringan internet sehingga untuk beberapa keperluan pengguna tidak memerlukan aplikasi yang disimpan di komputer lokal. Keuntungan jika menggunakan layanan cloud computing.
  1. Data dan Informasi akan tersimpan lebih aman.
    Bandingkan jika kita meyimpan data di komputer lokal, suatu saat dapat rusak karena virus atau rusak fisik sehingga data penting dapat hilang karena hal itu. Jika menggunakan layanan cloud computing, maka data akan tersimpan lebih aman karena didukung oleh hardware dan software yang handal dan berkualitas. Disamping itu selalu dilakukan back-up berkala sebagai antisipasi kerusakan fisik pada infrastruktur di “awan”.
  2. Data dapat diakses kapan saja dari seluruh dunia sepanjang ada jaringan internet.
  3. Tidak membutuhkan aplikasi lokal selain browser internet.
  4. Untuk beberapa kasus biaya dapat lebih murah.
    Suatu perusahaan besar yang bergerak di bidang desain website (contoh saja), maka perusahaan tersebut setidaknya harus memiliki aplikasi yang dibutuhkan untuk mendesain website seperti Sistem Operasi, Dobe Photoshop, Micrososft Office, dan aplikasi standar lain yang dibutuhkan perusahaan desain website. Bayangkan berapa biaya total yang diperlukan untuk membeli aplikasi-aplikasi tersebut untuk setiap komputer yang digunakan untuk desain web dan untuk keperluan administrasi, tentunya sangat mahal. Itu sebabnya jika menggunakan layanan cloud computing maka biaya pembelian lisensi untuk aplikasi-aplikasi tersebut tidak diperlukan karena semuanya sudah ditanggung oleh penyedia layanan cloud computing.
  5. Banyak layanan cloud computing gratis yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk keperluan personal dan bisnis dengan cakupan kecil.
Kekurangan Cloud Computing
Selain mempunyai beberapa keunggulan yang dapat dirasakan oleh pengguna, cloud computing juga mempunyai beberapa kekurangan di antaranya:
  1. Data tidak bisa diakses ketika tidak ada jaringan internet.
  2. Dalam kondisi tertentu data dapat kurang aman dari serangan para hacker.
  3. Biaya dapat lebih mahal jika digunakan hanya untuk keperluan personal karena untuk bandwitd dan space hardisk yang besar memerlukan biaya sewa yang lebih besar. Disamping itu untuk mendapatkan aplikasi-aplikasi non-standar akan memerlukan biaya tambahan lagi.
  4. Jika koneksi internet lambat, maka akses data dan aplikasi pun dapat lambat.
Bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan teknologi cloud computing dapat menggunakan Google Aplikasi atau DropBox sebagai penyedia layanan tanpa bayar untuk fitur standar.

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:
  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:
  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.
Mekanisme Akses Cloud Computing
Mekanisme akses ke cloud computing "mungkin" dapat dijalankan secara beraneka ragam - mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

Perangkat Lunak Cloud Computing
Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform/bentuk umum) dari konsep Cloud Computing agar dapat di-implementasikan secara umum dan lebih luas, seperti contoh berikut :
  • Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)
  • Proxmox
  • OpenStack
  • OpenNebula
  • Eucalyptus
Engine utama dalam cloud computing sebetulnya adalah aplikasi virtualisasi di sisi server, seperti,
  • KVM
  • QEMU
  • Xen


 

Blogger news

Blogroll

About